PREVIEW: Lionel Messi Berpeluang Raih Hat-Trick Ballon D’Or

Lionel Messi menjadi favorit Pemain Terbaik Dunia pada Gala FIFA tahunan di Zurich, Senin (9/1) ini. Bukan pula sebuah kebetulan kalau Real Madrid sudah mengumumkan Cristiano Ronaldo takkan menghadiri acara tersebut.Madrid tidak dapat melepas Ronaldo dan pelatih Jose Mourinho karena persiapan laga kedua Copa del Rey menghadapi Malaga. Pada dasarnya, itu menunjukkan makin nyatanya Messi akan menjadi pemain ketiga yang merebut pemain terbaik FIFA tiga kali setelah Zinedine Zidane dan striker Brasil, Ronaldo.

Messi juga akan menjadi pemain pertama yang merebut gelar itu tiga kali beruntun setelah mengungguli Cristiano Ronaldo pada 2009 dan rekan setimnya di Barcelona, Andres Iniesta, 2010.

Secara berturutan, dan ini yang membuatnya rumit, Messi akan menjadi pemain keempat yang merebut Ballon d’Or tiga kali setelah Johan Cruyff, Michel Platini, dan Marco van Basten. Messi akan menjadi pemain kedua yang memenanginya berturutan setelah Platini, yang menyabetnya 1983, 1984, dan 1985.

Messi juga menjadi pemain non-Eropa ketujuh yang merebut gelar itu. Penghargaan ini sebelumnya bernama Pemain Terbaik Eropa dan para pemenang di luar benua itu mencakup Alfredo di Stefano (Argentina), Omar Sivori (Argentina), George Weah (Liberia), serta tiga pemain Brasil, Ronaldo, Rivaldo, dan Ronaldinho.

Statistik dan peristilahan menjadi sedikit rumit karena sejarah penghargaan Pemain Terbaik Eropa itu sendiri.

Hat-trick emas | Platini memenangi Ballon d’Or ketiga saat berusia 30 tahun

Pada pertengahan 1990-an, France Football selaku penyelenggara penghargaan memperluas kriteria. Majalah asal Prancis ini mencoba bersaing dengan penghargaan FIFA yang dimulai 1990. Pada akhirnya, secara efektif FIFA mengambil alih penghargaan Pemain Terbaik Eropa pada 2010 dan secara diplomatis diperkenalkan sebagai Ballon d’Or, yang juga digunakan sebagai trofi.

Kebanyakan jurnalis France Football serta “saudaranya” L’Equipe murka melihat penghargaan bentukan mereka dicaplok FIFA. Mereka mengkhawatirkan kebebasan serta reputasi media tempat mereka bernaung. Tapi, itu topik lain.

Kembali ke penghargaan, Messi menjadi salah satu pemain yang paling layak menyabet penghargaan kendati masih berusia 24 tahun. Sebutan itu layak disematkan berdasarkan tidak hanya perbandingan dengan sejarah 20 tahun penghargaan FIFA, tetapi juga 55 tahun sejak Stanley Matthews dari Inggris memenangi gelar Pemain Terbaik Eropa pada 1956.

Tentu saja, catatan statistik tidak membeberkan seluruh kisah yang terjadi.

Matthews (Stoke City dan Blackpool) mewakili semangat sepakbola Inggris yang tercermin hingga kini; juara dua kali Di Stefano (Real Madrid) merupakan insipirasi dari revolusi klub-klub Eropa; Cruyff (Ajax Amsterdam dan Barcelona) merupakan personifikasi “total football” serta pendahulu Marco van Basten (Ajax dan AC Milan).

Franz Beckenbauer (Bayern Munich) meski dua kali menjadi juara merupakan peletak definisi sweeper atau “libero”; Weah (Paris Saint-Germain dan AC Milan) mewakili sepakbola Afrika; sedangkan Zidane (Juventus dan Real Madrid) merupakan kontribusi penting Prancis atas penghargaan dunia untuk FIFA dan UEFA.

PARA PEMENANG BALLON D’OR TIGA KALI

 Johan Cruyff Michel Platini
Marco van Basten
1971, 1973, 1974
1983, 1984, 1985
1988, 1989, 1992

Sebagai catatan, 18 trofi bersama Barcelona dalam setengah karier yang direngkuh Messi seperti memprediksikan pencapaian yang akan melampaui prestasi para pendahulunya.

Lihat para pemain terbaik berikut ini. Di Stefano merebut 22 gelar trofi di tingkat klub plus satu di tingkat timnas, sementara Cruyff 22, Beckenbauer 18 plus dua gelar di timnas, Van Basten 16 plus satu gelar di timnas, Zidane 11 plus dua gelar di timnas, dan Weah sepuluh.

Di sisi lain, Sir Stanley Matthews yang bermain hampir selama 40 tahun hanya mampu meraih satu gelar, yaitu Piala FA, bersama Blackpool, 1953.

Beban yang ditanggung Matthews pada final Piala FA 1953 melawan Bolton Wanderers begitu besar. Beban yang sama, anehnya, juga ditanggung Messi, yaitu untuk menjuarai Piala Dunia.

Beban itu akan terus menggelayut, tidak soal seberapa banyak Messi akan merebut penghargaan Ballon d’Or.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s