Alessandro Matri Bawa Juventus Terus Tempel AC Milan

Rekor tak terkalahkan pada musim ini terus dijaga Juventus. Pada restart Serie A usai liburan musim dingin, Minggu (8/1), armada pimpinan Antonio Conte membekuk tuan rumah Lecce dengan skor tipis 1-0.

Tiga angka yang hadir berkat gol tunggal striker Alessandro Matri itu membuat La Vecchia Signora setia menemani AC Milan sebagai capolista alias penguasa klasemen. Di saat yang bersamaan Milan juga meraih kemenangan atas Atalanta.

Dua tim tersebut masih mengoleksi nilai sama sampai berakhirnya giornata 17, yaitu 37 poin, tapi Juve mesti rela berada di peringkat kedua karena kalah dalam selisih gol.

Kans perdana pada laga di Via del Mare ini diperoleh kubu tuan rumah. Tak terkawal saat menyambut tendangan bebas Christian Obodo, Guillermo Giacomazzi mengarahkan bola menuju gawang Juve, tapi usahanya bisa dimentahkan Gianluigi Buffon.

Berbeda dengan Lecce, Juventus sanggup mencetak gol saat kesempatan bagus pertama menghampiri.

Alessandro Matri, baru turun empat menit menggantikan Fabio Quagliarella yang cedera, sukses menyambar bola rebound tepisan Massimiliano Benassi terhadap tembakan rendah Mirko Vucinic (27′).

Kendali permainan mutlak digenggam Juve setelah memimpin. Meski begitu, gawang mereka sempat terancam oleh drive David Di Michele tepat sebelum istirahat. Beruntung Buffon tetap siaga menjaga keunggulan timnya.

Menapaki paruh kedua, I Bianconeri langsung mendapatkan peluang ketika umpan Andrea Pirlo membuat Claudio Marchisio terbebas di kotak penalti Lecce, tapi penyelesaian sang gelandang mentah di hadapan Benassi.

Lecce kesulitan menghadirkan bahaya nyata sesudah turun minum, tapi peluang yang jarang tersebut sempat hadir pada menit ke-60. Sayang, upaya Luis Muriel dari jarak dekat menyusul sebuah situasi serangan balik tiga lawan tiga sanggup diblok Leonardo Bonucci meski dengan susah payah.

Juve sendiri terus menciptakan kans demi kans, diselingi pula beberapa kesempatan Lecce, tapi sampai laga berakhir skor 1-0 tak juga berubah.

Advertisements

Alessandro Del Piero Puas Latihan Di Dubai. Kapten Juventus itu juga terkesan dengan sambutan masyarakat Dubai sejak Bianconeri datang hingga pertandingan melawan Al Hilal.

Seperti halnya AC Milan, Juventus mengisi latihan tengah musim di Dubai dan mengakhirinya dengan pertandingan melawan tim setempat, Al Hilal.

Alessandro Del Piero ikut membukukan dua gol pada laga yang dimenangkan Juventus 7-1. Melihat penampilannya selama di Dubai, striker 37 tahun itu merasa puas, terlebih dengan sambutan masyarakat. “Kami menerima sambutan bagus di Dubay, saat kedatangan kemarin di Riyadh dan malam ini di stadion,” ujar Del Piero.

“Teriakan penonton? Saya sekali mendengar [mantan pebasket] Magic Johnson dalam video, Anda bermain untuk menang, menyenangkan diri sendiri dan orang lain,” bebernya.

“Saya merasa baik. Saya beristirahat sepanjang liburan dan bekerja dalam kemampuan terbaik. Secara keseluruhan latihan tengah musim ini lebih dari positif,” pungkasnya.

Tujuh Gol Juventus Hancurkan Al Hilal

Anak-anak asuh Antonio Conte meluluhlantakkan skuad Al Hilal dalam laga persahabatan yang digelar di stadion King Fahd, Jumat (6/1) dini hari WIB. Skor telak 7-1 menjadi bukti bahwa kubu Bianconeri merupakan lawan yang terlalu kuat bagi Al Hilal.

Kapten sekaligus striker Juventus Alessandro Del Piero membuka keunggulan dengan dua gol, masing-masing di menit 14 dan 23.

Memasuki menit ke-32 giliran gelandang Belanda Eljero Elia yang menambah perolehan gol Nyonya Tua. Arturo Vidal menggenapkan keunggulan Juventus di babak pertama menjadi 4-0 melalui golnya di menit ke-45.

Tertinggal empat gol di babak pertama, skuad besutan Thomas Doll rupanya tidak diam begitu saja. Dua menit babak kedua berjalan, striker Saad Al-Harthi memperkecil ketertinggalan timnya.

Sayang, gol Al-Harthi menjadi satu-satunya gol yang mampu dicetak tim tuan rumah.

Hanya berselang empat menit setelah gol Al-Harthi, Giorgio Chiellini kembali menambah keunggulan tim tamu menjadi 5-1. Belum puas, Simone Pepe tanpa ampun menjebol gawang Al Hilal untuk keenam kalinya di menit 75.

Fabio Quagliarella mengemas gol terakhir Juventus di menit 86 sekaligus menutup laga dengan kemenangan telak 7-1 untuk klub Serie A Italia.

Cesare Prandelli: Andrea Pirlo Pemain Penting Bagi Italia Juru taktik Italia ini menilai sangat sulit untuk mengabaikan pemain seperti Pirlo.

Pelatih Italia Cesare Prandelli memberikan pujian kepada playmaker Juventus Andrea Pirlo atas pengaruhnya terhadap permainan tim ketika mengalahkan Irlandia Utara di Grup C kualifikasi Piala Eropa 2012.

Pirlo kerap memperlihatkan performa mengesankan sejak meninggalkan AC Milan untuk bergabung ke Juventus pada musim panas lalu, serta memainkan peranan penting bagi Italia.

Prandelli pun mengatakan pemain berusia 32 tahun ini memerankan sosok krusial dalam peruntungan Azzurri.

“Sangat sulit untuk mengabaikan pemain seperti Pirlo,” ujar Prandelli kepada Tuttosport.

“Tak ada seorang pun yang bisa membuat waktu dan menciptakan ruang permainan seperti dia. Kehadiran dia juga menambah keyakinan rekan-rekan satu timnya.”

Italia tampil sebagai pemuncak klasemen akhir Grup C dengan koleksi nilai 26 dari sepuluh pertandingan.

Antonio Conte: Juventus Harus Selalu Menang

Pelatih Antonio Conte mengatakan dirinya tidak akan mengeluhkan tekanan di saat Bianconeri memimpin klasemen Serie A Italia. Juventus, menurutnya, terbiasa menjadikan menang sebagai kebutuhan.

“Jika Anda di Juventus, Anda akan tahu kebutuhan hidup kami adalah kemenangan. Jadi wajar jika saat ini kami menghadapi tekanan,” ujar Conte.

Bianconeri, bersama Udinese, kini memimpin klasemen dengan koleksi 11 angka dari lima laga. Kehilangan angka saat menyambangi Chievo, Minggu (16/10), akan menjadi bencana bagi Juventus.

Menurut Conte, Juventus mengawali musim ini dengan baik. Awal positif ini, katanya, membut Bianconeri mampu membangun kepercayaan diri.

“Kami memang kehilangan angka saat menghadapi tim kecil,” ujarnya.

“Saat menghadapi Catania kami melakukan kesalahan di babak pertama. Menghadapi Bologna, mental pemain sempat jatuh,” lanjutnya.

Juventus bangkit dengan mengalahkan Siena dan Parma. Dua kemenangan itulah yang membuatnya layak memimpin klasemen.

Kini, banyak orang mengkhawatirkan Juventus kehilangan angka lagi, karena sejumlah pemainnya mengalami kelelahan usai memperkuat negara masing-masing di pertandingan internasional. Khususnya pemain asal Italia.

Conte tidak ingin mengkhawatirkan hal itu. Ia justru gembira banyak pemainnya masuk tim nasional Italia.

“Saya bisa memahami mengapa pelatih Cesare Prandelli banyak menggunakannya. Prandelli menginginkan formasi terbaik,” ujar Conte.

“Yang terpenting, semua pemain telah kembali dan mencoba menemukan kebersamaan lagi sebagai satu tim.

Conte juga mengabaikan mengabaikan semua pemberitaan mengenai pemainnya. Ia menuduh media, agen, dan siapa pun yang memberikan komentar soal Juve, bertujuan menciptakan masalah di Turin.

“Banyak agen membicarakan pemain yang akan mengenakan kostum Bianconeri. Itu memperlihatkan agen dan media tidak menghormati pemain yang selama ini telah tampil sebaik mungkin,” Conte mengakhiri.

Giuseppe Rossi: Juventus-Napoli Favorit Scudetto

Berbicara mengenai tim mana yang bakal sanggup merebut tahta scudetto pada akhir musim nanti, Giuseppe Rossi sudah punya jawabannya.

Striker Villarreal itu memprediksikan, Napoli dan Juventus berada di garda terdepan dalam memenangkan titel prestisius di sepakbola negeri Pizza.

Rossi sendiri kabarnya diminati dua penguasa klasemen sementara Serie A Italia itu.

“Saya rasa keduanya, baik itu Juventus dan Napoli, memiliki segalanya untuk bisa meraih gelar Serie A Italia,” papar Rossi kepada Radio Kiss Kiss.

“Mereka memiliki pelatih yang hebat, dan bisa bersaing dengan banyak cara di Serie A,” ulas ujung tombak andalan Italia itu.

Sementara untuk persoalan transfer dirinya, yang kabarnya diminati serius oleh dua klub itu, Rossi dengan tegas mengatakan kalau Villarreal masih menjadi fokus utamanya saat ini.

Fabio Capello: Juventus Pantas Di Puncak Klasemen

Fabio Capello turut sumbang penilaian terkait laju impresif Juventus sejauh ini. Dalam penilaiannya, Bianconerri disebutnya memang pantas menduduki tahta klasemen sementara Serie A Italia bila meniliki dari pencapaian yang mereka torehkan sejak memulai musim baru ini.

Di bawah kepelatihan Antonio Conte, Juve bermain gemilang dan mulai menunjukkan taringnya kembali. Dan mantan pelatih Si Nyonya Tua di era 2004-2006 itu pun mengaku senang dengan pergerakan eks klubnya.

“Juventus pantas berada di posisi pertama. Mereka benar-benar menggebrak,” kata Capello kepada Tuttosport.

Capello menilai, bukti kepantasan menempati peringkat pertama liga bisa dilihat ketika mereka menumbangkan AC Milan 2-0 beberapa waktu lalu, apalagi itu dilakukan di stadion baru mereka.

“Menghadapi AC Milan, Juve menunjukkan betapa pentingnya dengan adanya stadion baru. Dengan stadion lama Juventus kerap tersandung. Dan stadion baru milik Juve ini patut untuk ditiru [oleh tim-tim lain],” tandas juru taktik timnas Inggris itu.

Juventus akan kembali berlaga di Serie A Italia Minggu besok melawat ke markas Chievo.